Halo guys apa kabar?, happy new
year 2014 yaa, hari ini gua bakal ngepost cerita yang nantinya bakalan jadi
judul utama di buku gua yang pertama kalian doain aja ya semoga cepet selesai
thanks for reading XD and enjoy ya.
Sore menjelang malam. Marsha masih sibuk memilih baju yang akan dipakai
malam ini. Malam ini Marsha akan merayakan hari jadinya dengan mike yang ke 35
bulan atau 2 tahun 11 bulan. Setelah menemukan baju yang tepat, marsha segera
mempersiapkan dirinya. Sedangkan Mike sudah menunggu dibawah sejak dari tadi. “hmm, one special risotto and one
cheesy ravioli please” ujar Mike setelah melihat lihat daftar menu. “and for the drink sir ?”. ujar seorang
pelayan sambil memegang sebuah buku kecil. “ two special cappuccino please”. Celetuk Marsha ketika sedang
membaca daftar menu. “ok wait for a
minute”. Ujar pelayan itu dan bergegas kedalam dapur untuk membuat pesanan
mereka. Setelah pesanan mereka datang, mereka berdua langsung menyantapnya
dengan lahap, ditemani alunan musik jazz yang lembut dan romantis. Ketika
sedang menyantap desert, Mike meminta izin kepada Marsha untuk pergi ke kamar
kecil, Marsha pun mengiyakan lalu kembali asik dengan banana split yang sedang dilahapnya. Sampai habis banana splitnya
Mike belum kembali dari kamar kecil, Marsha cemas, ia takut terjadi apa apa
dengan Mike, segera ia mengambil handphonenya dan memasukan beberapa kombinasi
nomor. Sudah ia telepon berkali kali tetapi malah Mike matikan. Ketika Marsha
sedang sibuk memasukan handphonenya terdengar suara Mike dari atas panggung.
“selamat malam semuanya, malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk
pujaan hati saya Marsha”. Ujarnya lantang di pengeras suara.” It's a beautiful night,
We’re looking for something dumb to do Hey baby, I think I wanna marry you Is it the look in
your eyes, Or is it this dancing juice? Who cares baby, I think I wanna marry
you.” Potongan Lagu Bruno mars yang berjudul
Marry You itu terlantun dengan lembut dan romantis oleh suara Mike. setelah menyelesaikan lagunya Mike segera
turun dari panggung dan menghampiri
Marsha, diajaknya Marsha ketas panggung. Mike segera menepukkan
tanggannya dua kali , lalu datanglah seorang pelayan membawa sebuah tempat cincin
dan sebucket bunga mawar putih.
“dear Marsha aku tau kita sudah
pacaran hampir tiga tahun dan aku ingin ketika kita merayakan hari jadi kita
yang ke tiga tahun kamu sudah menjadi istriku yang sah so, will you marry with
me ?” ujar Mike sambil berlutut di hadapan Marsha. “I will” ujar Marsha lantang
dan disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung restoran itu.
∞
”ya ampun sweet banget sih dia shaaa,
beruntung banget lo punya calon suami kaya dia”. Ujar Gladys yang merupakan sahabat
Marsha sejak kecil. Sedangkan Marsha yang mendengar pujian dari Gladys pun
hanya tersenyum. Ketika marsha mengecek handphonenya ada sebuah sms dari Mike. “sayang aku udah di depan rumah kamu
ya”. Marsha sontak saja kaget ia segera berlari keluar kafe dan segera menyetop
taksi, lalu segera masuk lagi mengambil tas dan memberikan uang lima puluh
ribuan kepada Gladys dan segera menaiki taksi.
“maaf dys tadi gua buru buru banget soalnya Mike udah nunggu gua di depan rumah, kita mau fitting
baju buat 2 hari lagi kan”. Ujar Marsha dalam telepon kepada Gladys mengapa
tadi ia begitu terburu buru. Setelah bersiap siap Marsha segera menaiki mobil
jeep kepunyaan Mike dan segera berangkat ke butik tempat mereka memesan baju
pengantin mereka.
“oke semuanya sudah pas tinggal kamu
ya shaa, nanti di bagian dadanya aku perbesar sedikit soalnya tadi terlalu
sempit”. Ujar Kate si perancang busana mereka. “oke Kate, besok kita kembali
lagi untuk melakukan fitting final dan uji coba thanks kate”. Ujar Mike sambil
berjalan keluar butik itu. “sekarang kita kemana Sha ?” kembali lagi Mike
bertanya kepada Marsha. “hmm kita ke pantai yang deket sini aja aku pengen
ngeliat sunsets”. Jawab Marsha sambil menyambungkan sabuk pengamannya.
Setelah memastikan tujuan mereka
selanjutnya, mereka pun bergegas ke pantai itu, tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mereka sampai ke
pantai itu karena jarak butik kepantai
hanya sekitar 15 menit. Ketika dalam perjalanan menuju kepantai mereka
menyempatkan diri untuk membeli 2 buah kelapa untuk mereka nikmati bersama. Di
pantai mereka bermain air layaknya anak kecil hingga menjelang matahari
terbenam. Setelah membersihkan diri, Mike segera mengajak Marsha keatas kap
mobil jeepnya sambil menikmati kelapa yang mereka beli tadi, mereka menikmati
sunsets sambil meminum kelapa. Tiba tiba
saja muka mereka mendekat, dan sangat mendekat, bibir mereka saling berpagutan,
ya bibir mereka saling berpagutan tepat disaat matahari terbenam. Dan mereka
menghabiskan malam yang indah itu berdua di pantai yang sepi.
∞
Pagi itu begitu cerah, Marsha sudah bersiap siap sedari tadi karena ini
merupakan hari sebelum hari besarnya, agenda Marsha dan Mike hari ini pun
begitu padat, mulai dari fitting baju,mengecek catering,gladiresik untuk
pernikahan mereka, hingga nanti malam pun mereka akan menghadiri pesta sebelum
pernikahan mereka. Marsha dan Mike pun kembali ke butiknya Kate. Setelah
memastikan bahwa tidak ada yang perlu dirubah lagi akhirnya Marsha dan Mike pun
pergi ke gedung tempat mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Mereka
melakukan gladiresik dengan lancar tanpa hambatan apapun .
“oke sayang nanti malam aku jemput ya jam 9 jangan sampai lupa lagi I love
you”. Ujar Mike sesaat setelah Marsha turun dari mobil jeepnya dan mencium
bibir Marsha.”oke jangan sampai telat ya sayang”. Jawab Marsha sesaat sebelum
memasuki rumahnya. Rumahnya begitu sepi karena orang tua nya sudah menginap di
gedung pernikahan mereka yang terletak
di luxurious hotel, yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Setelah
membersihkan diri dan menyiapkan baju yang akan dipakainya malam ini, ia pergi
kesebuah mall yang cukup terkenal untuk melakukan perawatan di di salon
favoritnya.
Mike sudah siap untuk berangkat, ia tak sabar untuk bertemu calon ibu dari
anak-anaknya, ia bergegas menaiki mobil jeepnya dan segera pergi kerumah
Marsha. Didalam perjalanan ia sempat membeli satu bucket mawar putih yang
merupakan kesukaan Marsha, malam itu Mike tampak tampan sekali dengan balutan
jas hitam dan kemeja putih tak lupa pula dasi kupu-kupu dengan motif garis
garis terpasang rapih di kerah bajunya.
Ketika itu jalanan begitu lenggang dan sepi tetapi tiba tiba saja ban
mobil jeep Mike pecah dan membuat gesekan yang dapat memekakan telinga. Kepala
Mike terbentur stir mobil dan tak sadarkan diri. Mobil jeep Mike pun menghantam
trotoar, Mike terbentur berkali kali hingga ia kembali tak sadarkan diri ketika
baru saja sadar. Setelah menabrak trotoar mobil jeep mike pun terbakar, para
pengguna jalan pun yang melihat kejadian itu segera menolong Mike, Mike kembali
sadar walaupun kepalanya sudah di penuhi darah dan pada bagian leher tertusuk
kaca mobil darah mengalir hangat dari luka yang di leher. “Marsha,Marsha”
ujarnya pelan.
Marsha sudah siap dari tadi, ia begitu cemas kepada Mike karena sampai
pukul 9 lewat 15 menit Mike tak kunjung dating, Marsha mencoba menghubungi Mike
tapi tak ada jawaban, akhirnya ia hanya berbaring di sofa ruang tamunya sambil
terus melihat jam. “Tik,Tok,Tik,Tok” suara dentuman jam dinding itu sekana
menghipnotis Marsha untuk tidur. Di dalam mimpi indahnya ia melihat Mike datang
dengan sangat sangat tampan dalam balutan Jas Hitam dan kemeja putih tanpa lupa
dasi kupu kupu bermotif garis garis, sambil membawa sebucket bunga mawar putih.
Marsha tak pernah melihat Mike begitu tampan seperti ini, ketika Marsha ingin
memeluk Mike, ia dilarang oleh Mike, Mike menampakan muka sedih sekali, Marsha
bingung tiba tiba saja air matanya keluar dengan sendirinya dan mulutnya
mengucap nama Mike begitu lembut tapi
menyayat hati.
Suara ketukan pintu itu membangunkan Marsha dari tidurnya, dilihatnya jam
dinding yang menunjukan pukul 9,30. Lalu segera membukakan pintu, ketika akan
membuka pintu ia yakin bahwa itu adalah Mike tapi Ia salah besar sangatlah
salah. Ternyata yang dating seorang polisi dengan membawa dasik bermotif garis
garis itu penuh darah dan bunga mawar
putih yang juga terkena darah.
“apakah benar ini kediaman nona Marsha Milan?”. Ujar polisi itu dan Marsha
hanya mengangguk pelan. Polisi itu memberikan dasi dan bunga tadi dan
mengatakan. “dengan sangat menyesal kami
beritahukan kepada nona Marsha Milan bahwa kekasih anda yaitu Mike Law
baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan lenggar”. Marsha yang
mendengar ucapan polisi itu tidak percaya ia menjatuhkan yang ada di tangannya
dan menangis sejadi jadinya,tiba tiba saja seorang polisi wanita menghampirinya
dan menenangkannya.
Keesokan Harinya…
Semua telah meninggalkan pusara Mike hanya tinggal Marsha dan Gladys saja
disana, Marsha masih terus menangisi kepergian calon suaminya itu sedangkan
Gladys hanya bias menenangkan Marsha.
“Mike kamu jahat kenapa
kamu ninggalin aku Mike”
“Mike kamu janjikan sama
aku gabakalan ninggalin aku”
“Mike bangun Mike, hari
ini kan harusnya kita menikah Mike”
“Mike bangun kita sudah
menyiapkan semuanya dengan susah payah”
“Mike kamu harus bangun”
“MIKE”. Teriak Marsha.
Jakarta 24.12.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar