Sabtu, 04 Januari 2014

Unbreakable



 Halo guys apa kabar?, happy new year 2014 yaa, hari ini gua bakal ngepost cerita yang nantinya bakalan jadi judul utama di buku gua yang pertama kalian doain aja ya semoga cepet selesai thanks for reading XD and enjoy ya.



Sore menjelang malam. Marsha masih sibuk memilih baju yang akan dipakai malam ini. Malam ini Marsha akan merayakan hari jadinya dengan mike yang ke 35 bulan atau 2 tahun 11 bulan. Setelah menemukan baju yang tepat, marsha segera mempersiapkan dirinya. Sedangkan Mike sudah menunggu dibawah sejak dari tadi. “hmm, one special risotto and one cheesy ravioli please” ujar Mike setelah melihat lihat daftar menu. “and for the drink sir ?”. ujar seorang pelayan sambil memegang sebuah buku kecil. “ two special cappuccino please”. Celetuk Marsha ketika sedang membaca daftar menu. “ok wait for a minute”. Ujar pelayan itu dan bergegas kedalam dapur untuk membuat pesanan mereka. Setelah pesanan mereka datang, mereka berdua langsung menyantapnya dengan lahap, ditemani alunan musik jazz yang lembut dan romantis. Ketika sedang menyantap desert, Mike meminta izin kepada Marsha untuk pergi ke kamar kecil, Marsha pun mengiyakan lalu kembali asik dengan banana split yang sedang dilahapnya. Sampai habis banana splitnya Mike belum kembali dari kamar kecil, Marsha cemas, ia takut terjadi apa apa dengan Mike, segera ia mengambil handphonenya dan memasukan beberapa kombinasi nomor. Sudah ia telepon berkali kali tetapi malah Mike matikan. Ketika Marsha sedang sibuk memasukan handphonenya terdengar suara Mike dari atas panggung.
“selamat malam semuanya, malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk pujaan hati saya Marsha”. Ujarnya lantang di pengeras suara.” It's a beautiful night, We’re looking for something dumb to do Hey baby, I think I wanna marry you Is it the look in your eyes, Or is it this dancing juice? Who cares baby, I think I wanna marry you.” Potongan Lagu Bruno mars yang berjudul Marry You itu terlantun dengan lembut dan romantis oleh suara Mike.  setelah menyelesaikan lagunya Mike segera turun dari panggung dan menghampiri  Marsha, diajaknya Marsha ketas panggung. Mike segera menepukkan tanggannya dua kali , lalu datanglah seorang pelayan membawa sebuah tempat cincin dan sebucket bunga mawar putih.
“dear Marsha aku tau kita sudah pacaran hampir tiga tahun dan aku ingin ketika kita merayakan hari jadi kita yang ke tiga tahun kamu sudah menjadi istriku yang sah so, will you marry with me ?” ujar Mike sambil berlutut di hadapan Marsha. “I will” ujar Marsha lantang dan disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung restoran itu.
”ya ampun sweet banget sih dia shaaa, beruntung banget lo punya calon suami kaya dia”. Ujar Gladys yang merupakan sahabat Marsha sejak kecil. Sedangkan Marsha yang mendengar pujian dari Gladys pun hanya tersenyum. Ketika marsha mengecek handphonenya ada sebuah sms dari  Mike. “sayang aku udah di depan rumah kamu ya”. Marsha sontak saja kaget ia segera berlari keluar kafe dan segera menyetop taksi, lalu segera masuk lagi mengambil tas dan memberikan uang lima puluh ribuan kepada Gladys dan segera menaiki taksi.

“maaf dys tadi gua buru buru banget soalnya Mike udah nunggu gua di depan rumah, kita mau fitting baju buat 2 hari lagi kan”. Ujar Marsha dalam telepon kepada Gladys mengapa tadi ia begitu terburu buru. Setelah bersiap siap Marsha segera menaiki mobil jeep kepunyaan Mike dan segera berangkat ke butik tempat mereka memesan baju pengantin mereka.
“oke semuanya sudah pas tinggal kamu ya shaa, nanti di bagian dadanya aku perbesar sedikit soalnya tadi terlalu sempit”. Ujar Kate si perancang busana mereka. “oke Kate, besok kita kembali lagi untuk melakukan fitting final dan uji coba thanks kate”. Ujar Mike sambil berjalan keluar butik itu. “sekarang kita kemana Sha ?” kembali lagi Mike bertanya kepada Marsha. “hmm kita ke pantai yang deket sini aja aku pengen ngeliat sunsets”. Jawab Marsha sambil menyambungkan sabuk pengamannya.
Setelah memastikan tujuan mereka selanjutnya, mereka pun bergegas ke pantai itu, tidak membutuhkan  waktu yang cukup lama untuk mereka sampai ke pantai itu karena  jarak butik kepantai hanya sekitar 15 menit. Ketika dalam perjalanan menuju kepantai mereka menyempatkan diri untuk membeli 2 buah kelapa untuk mereka nikmati bersama. Di pantai mereka bermain air layaknya anak kecil hingga menjelang matahari terbenam. Setelah membersihkan diri, Mike segera mengajak Marsha keatas kap mobil jeepnya sambil menikmati kelapa yang mereka beli tadi, mereka menikmati sunsets sambil meminum  kelapa. Tiba tiba saja muka mereka mendekat, dan sangat mendekat, bibir mereka saling berpagutan, ya bibir mereka saling berpagutan tepat disaat matahari terbenam. Dan mereka menghabiskan malam yang indah itu berdua di pantai yang sepi.
Pagi itu begitu cerah, Marsha sudah bersiap siap sedari tadi karena ini merupakan hari sebelum hari besarnya, agenda Marsha dan Mike hari ini pun begitu padat, mulai dari fitting baju,mengecek catering,gladiresik untuk pernikahan mereka, hingga nanti malam pun mereka akan menghadiri pesta sebelum pernikahan mereka. Marsha dan Mike pun kembali ke butiknya Kate. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang perlu dirubah lagi akhirnya Marsha dan Mike pun pergi ke gedung tempat mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Mereka melakukan gladiresik dengan lancar tanpa hambatan apapun .
“oke sayang nanti malam aku jemput ya jam 9 jangan sampai lupa lagi I love you”. Ujar Mike sesaat setelah Marsha turun dari mobil jeepnya dan mencium bibir Marsha.”oke jangan sampai telat ya sayang”. Jawab Marsha sesaat sebelum memasuki rumahnya. Rumahnya begitu sepi karena orang tua nya sudah menginap di gedung pernikahan  mereka yang terletak di luxurious hotel, yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Setelah membersihkan diri dan menyiapkan baju yang akan dipakainya malam ini, ia pergi kesebuah mall yang cukup terkenal untuk melakukan perawatan di di salon favoritnya.
Mike sudah siap untuk berangkat, ia tak sabar untuk bertemu calon ibu dari anak-anaknya, ia bergegas menaiki mobil jeepnya dan segera pergi kerumah Marsha. Didalam perjalanan ia sempat membeli satu bucket mawar putih yang merupakan kesukaan Marsha, malam itu Mike tampak tampan sekali dengan balutan jas hitam dan kemeja putih tak lupa pula dasi kupu-kupu dengan motif garis garis terpasang rapih di kerah bajunya.
Ketika itu jalanan begitu lenggang dan sepi tetapi tiba tiba saja ban mobil jeep Mike pecah dan membuat gesekan yang dapat memekakan telinga. Kepala Mike terbentur stir mobil dan tak sadarkan diri. Mobil jeep Mike pun menghantam trotoar, Mike terbentur berkali kali hingga ia kembali tak sadarkan diri ketika baru saja sadar. Setelah menabrak trotoar mobil jeep mike pun terbakar, para pengguna jalan pun yang melihat kejadian itu segera menolong Mike, Mike kembali sadar walaupun kepalanya sudah di penuhi darah dan pada bagian leher tertusuk kaca mobil darah mengalir hangat dari luka yang di leher. “Marsha,Marsha” ujarnya pelan.
Marsha sudah siap dari tadi, ia begitu cemas kepada Mike karena sampai pukul 9 lewat 15 menit Mike tak kunjung dating, Marsha mencoba menghubungi Mike tapi tak ada jawaban, akhirnya ia hanya berbaring di sofa ruang tamunya sambil terus melihat jam. “Tik,Tok,Tik,Tok” suara dentuman jam dinding itu sekana menghipnotis Marsha untuk tidur. Di dalam mimpi indahnya ia melihat Mike datang dengan sangat sangat tampan dalam balutan Jas Hitam dan kemeja putih tanpa lupa dasi kupu kupu bermotif garis garis, sambil membawa sebucket bunga mawar putih. Marsha tak pernah melihat Mike begitu tampan seperti ini, ketika Marsha ingin memeluk Mike, ia dilarang oleh Mike, Mike menampakan muka sedih sekali, Marsha bingung tiba tiba saja air matanya keluar dengan sendirinya dan mulutnya mengucap nama  Mike begitu lembut tapi menyayat hati.
Suara ketukan pintu itu membangunkan Marsha dari tidurnya, dilihatnya jam dinding yang menunjukan pukul 9,30. Lalu segera membukakan pintu, ketika akan membuka pintu ia yakin bahwa itu adalah Mike tapi Ia salah besar sangatlah salah. Ternyata yang dating seorang polisi dengan membawa dasik bermotif garis garis itu penuh darah dan  bunga mawar putih yang juga terkena darah.
“apakah benar ini kediaman nona Marsha Milan?”. Ujar polisi itu dan Marsha hanya mengangguk pelan. Polisi itu memberikan dasi dan bunga tadi dan mengatakan. “dengan sangat menyesal kami  beritahukan kepada nona Marsha Milan bahwa kekasih anda yaitu Mike Law baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan lenggar”. Marsha yang mendengar ucapan polisi itu tidak percaya ia menjatuhkan yang ada di tangannya dan menangis sejadi jadinya,tiba tiba saja seorang polisi wanita menghampirinya dan menenangkannya.
Keesokan Harinya…
Semua telah meninggalkan pusara Mike hanya tinggal Marsha dan Gladys saja disana, Marsha masih terus menangisi kepergian calon suaminya itu sedangkan Gladys hanya bias menenangkan Marsha.
“Mike kamu jahat kenapa kamu ninggalin aku Mike”
“Mike kamu janjikan sama aku gabakalan ninggalin aku”
“Mike bangun Mike, hari ini kan harusnya kita menikah Mike”
“Mike bangun kita sudah menyiapkan semuanya dengan susah payah”
“Mike kamu harus bangun”
“MIKE”. Teriak Marsha.
Jakarta 24.12.13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar