hey hey hey hari ini gua pengen ngepost lagi judulnya firework, selamat menikmati :)
Firework
“Syaaa
buruan ah lu kaya cewek aja lama banget mau kesekolah doang”. Ujar Kevin dengan
suara lantangnya hingga terdengar seluruh rumah. “emang gua cewek vin, wajar
kali kalo cewek lama pas lagi siap siap”. Bantah Tasya seraya turun kebawah. “ayok
ah nanti telat lagi kaya kemaren”. Jawab Kevin sambil menaiki motor vespanya.
Tasya
dan Kevin adalah sahabat sejak mereka kecil, mereka di pertemukan ketika orang
tua mereka memiliki rumah yang bersebelahan karena mereka kebetulan satu
kantor. Kini kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan bisnis keliling
Eropa dan baru akan pulang ketika tahun baru. Tasya dan Kevin sekolah di SMA America High School atau biasa disingkat
AHS, sekolah khusus kalangan elite, mulai dari anak artis,pengusaha hingga
pejabat. Mereka sudah seperti adik kakak karena hampir setiap hari selalu
mereka habiskan bersama. Banyak yang mengatakan mereka pacaran padahal mereka
tidak tahu bahwa Kevin dan Tasya sudah sangat dekat.
“Kev, kamu tau gak rasanya jatuh cinta gimana?”
Tanya Tasya sambil mengaduk lemon teanya. “ya
tau lah sya, aku kan udah suka sama kamu dari dulu jelas aja aku tau gimana
rasanya, tapi aku takut kalau aku ngungkapin perasaan itu kamu malah ilfeel dan
yang ada persahabatan kita ancur”. Ucap Kevin dalam hati. “heh kok ditanya
malah bengong sih vin”. Tegur Tasya karena pertanyaannya belum dijawab oleh
Kevin. “Hah kamu nanya nomor berapa sya?”. Jawab Kevin dengan muka merah karena
hampir saja ketawan rahasianya, ia tak ingin kalau Tasya sampai tau tentang
Rasa yang lebih dari sekedar sahabat darinya. Siang itu mereka sibuk
mengerjakan pr fisika, meskipun diri mereka disitu tetapi batinya melayang di
awang awang.
ξ ξ
Pagi
ini di America High School kedatangan siswa pertukaran pelajar dari SIS atau
kepanjangan dari Singapore International School. Mereka memang hampir setiap
tahun melakukan pertukaran pelajar, dan mereka yang melakukan pertukaran
pelajar adalah mereka yang masuk ke kelas akselerasi, sedangkan Tasya dan Kevin
mengambil program Internasional.
“vin,
ke kantin yuk, sekalian kita liat anak anak SIS yuk kali aja ada yang ganteng”.
Ujar Tasya cengengesan. “apaan sih syaa, aku mau belajar matematika dulu ah
nanti ulangan juga, emang kamu udah belajar ?”. ucap Kevin sambil terus
menyoret-nyoret bindernya. “ehehehe belom sih, tapi”. Sekejap saja Tasya
menarik Kevin keluar kelas, karena ia tahu kalau sudah begini Kevin paling
susah diajak keluarnya.
Di
kantin Kevin dan Tasya hanya membeli sebuah chiki dan lemon tea kesukaan
mereka, karena Kevin ingin buru buru belajar akhirnya mereka berdua pun kembali
lagi ke kelas mereka yang terletak di lantai 2, Tasya sempat takjub ketika ia
melihat seorang anak SIS yang begitu tampan menurutnya, hingga ia tak sadar
lelaki itu berada tepat di hadapannya, sedangkan Kevin sudah duluan memasuki
kelas.
“Hai nama gua Ali lo?” Sapa seorang
cowok.
“Tasya” jawab Tasya sambil tersenyum.
“boleh minta nomor lo gak?” Tanya
Ali.
“nanti
kalo kita ketemu lagi yaa sorry banget soalnya gua ada kelas” jawab Tasya malu-malu. Setelah meninggalkan
Ali, Tasya pun berlari mengejar Kevin. Ketika sampai dikelas Tasya melihat
Kevin sudah kembali mencorat-coret bindernya.
“vin,vin
tadi aku kenalan sama cowok ganteng banget tau vin” cerita Tasya. “terus?”
jawab Kevin ketus. “ya gitu deh kayanya aku kena yang namanya suka pada
pandangan pertama” terang Tasya panjang lebar. “berarti dianatara kita yang
jatuh cinta duluan aku dong weee” goda Tasya lagi. Kamu gatau syaa yang udah ngerasain jatuh cinta duluan itu aku tapi…,
“kevinn awas ada kucing itu”. Teriak Tasya karena mereka berdua hampir saja
menabrak seekor kucing. “kamu kenapa vin?”. Tanya Tasya cemas. “mmm, gak kenapa
kenapa kok syaa”. Mereka pun meneruskan perjalanan menuju rumah tetapi diantara
mereka saling takut untuk memulai berbicara.
ξ ξ
“The end
of the night
We
should say goodbye
But
we carry on while everyone’s gone
Never
felt like this before
Are
we friend or are we more?
As
I’m walking towards the door I’m not sure
But
baby if you say you want me to stay I’ll change my mind
‘Cause
I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine I’ll change my mind
Lean
in when you laugh we take photographs there’s no music on but we dance along
Never
felt like this before
Are
we friend or are we more?
As
I’m walking towards the do rim not sure
But
baby if you say you want me to stay ill change my mind
‘Cause
I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine ill change my mind”[1]. Ditemani petikan gitar, Kevin
bernyanyi dengan penuh pengahayatan. Tiba tiba saja abangnya yang bernama Reza
segera memasuki kamarnya.
“kamu suka ya sama Tasya?”. Ucap
Bang Reza yang ingin memulai pembicaraan. “apaan sih bang orang gua gasuka sama
dia”. Jawab Kevin ketus. “alah jangan bohong sama gua vin, keliatan kok dari
muka lo, kalo suka nyatain dong nanti keburu diambil orang lain”. Terang bang
Reza. “heem, dia kayanya gak ada rasa bang sama gua, lagian gua juga takut
kalau nanti pas gua nyatain perasaan ke dia, dianya malah ilfeel dan ngejauh,
gua gamau Cuma gara gara rasa ini persahabatan gua sama dia kacau bang”. Cerita
Kevin, sore itu di tengah hujan
rintik-rintik Kevin menceritakan semua isi hatinya kepada bang Reza dan
di sore itu pula secercah pelangi menampakan dirinya ditengah langit yang
kelabu.
ξ ξ
“Vin kayanya hari ini aku gabisa pulang bareng
deh sama kamu, soalnya Ali ngajakin aku jalan, oh iya semalem itu tuh aku chat
sama dia gitu, dia ganteng banget Vin udah gitu so sweet banget pas sebelum
kita udahan dia ngirim Vn gitu dan nyanyi nina bobo suaranya Vin seksi banget”.
Cerita Tasya sambil terus berfokus pada smartphonenya. “stop sya!”. Bentak
Kevin.” Kamu kenapa sih Vin?”. Jawab Tasya kesal. “aku gasuka, kamu berubah
Sya”. Setelah mengatakan itu Kevin pun meninggalkan Tasya entah pergi kemana.
“jadi
Kevin itu pacar kamu ya sya?” Tanya Ali. “ennnggg enggak kok, kita cuma temenan
aja kok udah dari kecil sih ehehehe” jawab Tasya canggung. “kayanya dia ada
rasa deh sama kamu, masa kamu ganyadar sih?, kan keliatan dari tatapan muka
nya” terang Ali lagi. “masa sih? Ah gamungkin lah Al, kita kan udah deket
banget dari kecil” sanggah Tasya canggung lagi. “ya mana kita tau, eh sebentar
deh”. Ali mendekati Tasya dan mengeluarkan sapu tangannya lalu mengelap ujung
bibir Tasya yang terkena lelehan coklat. “eheheheh”. Tawa mereka berdua.
Siang
itu adalah hari terakhir para siswa dari SIS berada di AHS, dan sudah menjadi
tradisi ketika para siswa pertukaran pelajar akan kembali kesekolahnya
masing-masing akan di adakan farewell
party[2]. Karena itulah Tasya menyuruh Kevin
untuk tampil sebagai penampilan special, awalnya Kevin menolak tawaran itu tapi
Tasya berjanji akan menontonnya di barisan paling depan. Oleh karena itu Kevin
pun menerima tawaran itu.
Beberapa
saat lagi Kevin akan tampil, ia ingin menemui Tasya, ia mencari kesetiap sudut
daerah tersebut dan akhirnya ia menemukan Tasya di pojok kanan, ketika akan
menghampirinya, Kevin melihat Tasya sedang berpegangan tangan dengan Ali, lalu
seketika saja Ali berlutut dihadapan
Tasya dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai dan menyayangi Tasya,
seketika lutut Kevin lemas, ia tak berdaya, hatinya hancur berkeping keping!.
“Vin,
kamu nyanyi apa nih mau di sebutin soalnya” Ujar salah seorang panitia. “hmm
gua nyanyi lagunya One Direction[3]
aja deh mas, yang More Than This” Jawab Kevin lesu.”Mari kita sambut KEVIN yang
akan membawakan lagu More Than This enjoy guysss” Ucap seorang Host yang berada
diatas panggung. Setelah namanya di panggil Kevin pun naik keatas panggung
dilihatnya Tasya sudah berada di barisan paling depan tapi ia bersama Ali dan
mereka saling berpegangan tangan, seketika hatinya kembali sakit mengingat
semua yang pernah ia lakukan bersama Tasya tapi tak pernah seromantis itu.
“ayo Kevin mulai dong kita udah
gasabar nih”. Teriak seorang sisiwi AHS.
“woooooo” sorak semua anak di depan
panggung
“udah turun aja kalo ga mulai
mulai”
“wasting time nih”
“ssst udah mau mulai tuh” bisik
Tasya ke Ali.
“He takes your hand, I die a little.
I
watch your eyes, and I’m in riddles.
Why
can’t you look at me like that?
When
you walk by I try to say it. But then I freeze and never do it
My
tongues get tied the words get trapped
I
hear the beat of my heart getting louder whenever I’m near you
But
I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever
you kiss him I’m breaking oh how I wish that was me
With
my hands on your waist
While
we dance in the moonlight
I
wish that was me
That
you call later on
Cause
you wanna say good night
But
I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever
you kiss him I’m breaking
Oh
how I wish
Oh
how I wish
Oh
how I wish that was me.”
Diakhiri petikan gitarnya Kevin pun selesai menyanyikan lagu itu, lalu
terdengarlah tepukan riuh dari seluruh penonton. Ketika Tasya ingin
mengahampiri Kevin, ia telah pergi entah kemana.
ξ ξ
Sekolah mereka berdua sedang libur
selama seminggu karena setiap guru sedang menyiapkan soal soal akhir semester.
Kevin ingin sekali mengajak Tasya pergi ketaman kesukaan mereka dengan
mengunakan sepeda Kevin. Tapi, ketika Kevin mengeluarkan sepedanya ia melihat
Tasya sedang bersama Ali pergi dengan menggunakan mobil. Kevin pun akhirnya
pergi sendiri ke taman dengam menggunakan sepeda. Setelah sampai disana Kevin
pun hanya membeli segelas lemon tea dan duduk disebuah bangku taman yang
letaknya berhadapan dengan sebuah ayunan. Ia teringat ketika masih kelas 2 smp
waktu itu ia dan Tasya sedang bermain ayunan disana dan ia membuat Tasya
menangis karena mendorongnya terlalu kuat. Kevin pun merasakan lapar ia
bergegas pergi ke sebuah mall ang letaknya tak terlalu jauh dari taman itu.
Setelah memarkirkan sepedanya ia pun segera menuju restoran steak yang cukup
terkenal disana, lalu setelah makan, Kevin pun menuju sebuah kedai es krim
kesukaan dia dan Tasya dan duduk disalah satu bangku yang tersedia disana, ketika sedang menantap es krimnya ia melihat
Tasya dan Ali duduk tak jauh darinya, tiba tiba saja Tasya datang
menghampirinya.
“Vin, gabung aja yuk ada Ali tuh”
ucap Tasya sambil duduk di sebelah Kevin.
“iya gabung aja gapapa kok” celetuk
Ali yang tiba tiba sudah ada diantara mereka bertiga.
“enggg gabisa Sya, gua buru-buru
mau les soalnya” jawab Kevin seraya meninggalkan mereka berdua.
“sejak kapan Kevin les ya?” pikir
Tasya beberapa saat.
“eh Vin,Vin tungguin dong” teriak
Tasya sambil berlari kearah Kevin tapi sayang ia kalah cepat.
Sejak kejadian itu mereka berdua
berbeda seperti saling tak mengenal, bukan Tasya yang berubah tapi, Kevin lah
yang berubah ia tak sanggup lagi jika setiap hari harus mendengar celoteh Tasya
tentang Ali, hatinya sudah begitu rapuh sejak kejadian itu, ketika disekolah
Tasya masih sering menegur Kevin tapi Kevin hanya memberikan sebuah senyuman
kecil dan pergi meninggalkan Tasya, bahkan ketika Tasya mencoba menghubungi
Kevin lewat sms tak pernah di balas mencoba lewat telpon tak pernah diangkat
juga, ketika Tasya menghampiri Kevin kerumahnya Bang Reza mengatakan Kevin
sedang tidur padahal beberapa saat yang lalu Tasya mendengar petikan gitar
Kevin, ia kenal betul dengan suara petikan itu.
Siang ini Tasya dan Ali akan segera
berangkat ke sebuah mall untuk merayakan hari jadi mereka yang ke tiga bulan,
Tasya sibuk memilih dress mana yang akan dipakainya siang ini, ketika sibuk
memilih dressnya Tasya mendapatkan sms dari Ali bahwa kakakna jatuh sakit dan
ia tak bias jalan hari ini Tasya kecewa dan Tasya memutuskan pergi sendiri ke
mall yang berada di dekat taman itu, ketika akan keluar dari gerbang Tasya di
hampiri Kevin dan Kevin meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya. Lalu
mereka berdua pun pergi ke mall bersama, ketika sedang menyantap steak Tasya
melihat Ali sedang berjalan berdua dengan perempuan lain, sakit hatinya.
“Vin itu Ali kan?” ucap Tasya
berbisik kepada Kevin.
“ah masa si Sya? Kamu salah ngeliat
kali, tadi kan kamu bilang dia gabisa jalan sama kamu karena kakanya sakit
kan?” jawab Kevin berbisik pula.
“iya sih, eh bentar itu beneran Ali vin,
tunggu disini sebentar ya”. Tasya pun bergegas mengambil jus strawberry dan
menghampiri Ali, lalu di lemparkan lah isi jus strawberry itu kemuka Ali, lalu
ketika ia ingin menampar perempuan yang tampak kebingungan disamping Ali
ditahan oleh Ali dan tiba tiba saja tonjokan keras Kevin pun bersarang di muka
Ali. Tasya dan Kevin pun akhirnya pulang, Tasya masih saja menangis, ia tak
percaya bahwa lelaki yang selama ini ia kasihi menusuknya dari belakang. Kevin
pun mengantarkan Tasya hingga ke kamarnya.
“tiga ratus,empat ratus,lima
ratus,enam ratus,tujuh ratus ribu?”. Tanya Kevin dalam hati ketika melihat uang
segitu banyaknya diatas meja belajarnya. “itu dari papa Vin, katanya bonus
akhir tahun”. Jawab Bang Reza seraya menghampirinya. “udah sana siap siap kan
katanya mau tahun baruan ajak Tasya noh dan jangan lupa natain perasaan lo
sebelum terlambat”. Suruhnya lagi ketika melihat adiknya masih memakai celena
boxer yang pendek.
Kevin
sudah rapih sekarang, semua barang sudah ia rapihkan, hari ini Kevin,Tasya,Bang
Reza dan pacarnya bang Reza akan tahun baruan di villa orang tua mereka yang
terletak di daerah bogor, sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dan asyik
untuk menikmati tahun baruan.
“yeay
kita sampai”. Teriak Tasya ketika melihat sebuah pagar berwarna hitam berada di
depan matanya. Mereka sampai disana sekitar pukul 4 sore, setelah istirahat
sejenak Kevin dan Bang Reza pun pergi ke pasar untuk membeli ayam dan jagung
untuk di bakar nanti malam, tak lupa pula mereka berdua membeli bunga untuk
orang special bagi mereka
Waktu
sudah menunjukan pukul sebelas malam dan mereka masih saja asik menikmati
jagung dan ayam yang tadi mereka bakar, tiba tiba saja Kevin mengajak Tasya
untuk pergi kebelakang villa mereka disana terdapat bangku yang menghadap ke
pemandangan kota bogor yang apabila di lihat dari atas sangatlah indah. Lalu
ketika mereka asik bercengkrama Kevin pergi kedalam Villa dan mengambil bunga
yang tadi dibelinya.
“Syaa aku sayang sama kamu, aku
udah ada rasa sama kamu dari kita kelas 3 smp tapi,aku selalu takut buat
ngungkapinnya aku takut kamu ilfeel dan persahabatan kita ancur, tapi sekarang
aku mau nannya sesuatu sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku”. Ucap Kevin
sambil berdiri di depan Tasya.
“iya aku mau”. Jawab Tasya pelan.
Tiba tiba saja bang Reza menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat,
setelah itu bang Reza kembali menghampiri pacarnya.
Di malam tahun baru itu mereka
berdua menjalin cinta dan diatas udara bogor yang dingin, bibir Tasya melekat
di bawah bibir Kevin, mereka berjanji akan saling mengasihi hingga nanti.
ξ ξ
Jakarta
31.12.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar