Senin, 06 Januari 2014

Firework

hey hey hey hari ini gua pengen ngepost lagi judulnya firework, selamat menikmati :)



Firework
“Syaaa buruan ah lu kaya cewek aja lama banget mau kesekolah doang”. Ujar Kevin dengan suara lantangnya hingga terdengar seluruh rumah. “emang gua cewek vin, wajar kali kalo cewek lama pas lagi siap siap”. Bantah Tasya seraya turun kebawah. “ayok ah nanti telat lagi kaya kemaren”. Jawab Kevin sambil menaiki motor vespanya.
Tasya dan Kevin adalah sahabat sejak mereka kecil, mereka di pertemukan ketika orang tua mereka memiliki rumah yang bersebelahan karena mereka kebetulan satu kantor. Kini kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan bisnis keliling Eropa dan baru akan pulang ketika tahun baru. Tasya dan Kevin sekolah di SMA America High School atau biasa disingkat AHS, sekolah khusus kalangan elite, mulai dari anak artis,pengusaha hingga pejabat. Mereka sudah seperti adik kakak karena hampir setiap hari selalu mereka habiskan bersama. Banyak yang mengatakan mereka pacaran padahal mereka tidak tahu bahwa Kevin dan Tasya sudah sangat dekat.
 “Kev, kamu tau gak rasanya jatuh cinta gimana?” Tanya Tasya sambil mengaduk lemon teanya. “ya tau lah sya, aku kan udah suka sama kamu dari dulu jelas aja aku tau gimana rasanya, tapi aku takut kalau aku ngungkapin perasaan itu kamu malah ilfeel dan yang ada persahabatan kita ancur”. Ucap Kevin dalam hati. “heh kok ditanya malah bengong sih vin”. Tegur Tasya karena pertanyaannya belum dijawab oleh Kevin. “Hah kamu nanya nomor berapa sya?”. Jawab Kevin dengan muka merah karena hampir saja ketawan rahasianya, ia tak ingin kalau Tasya sampai tau tentang Rasa yang lebih dari sekedar sahabat darinya. Siang itu mereka sibuk mengerjakan pr fisika, meskipun diri mereka disitu tetapi batinya melayang di awang awang.
ξ ξ
Pagi ini di America High School kedatangan siswa pertukaran pelajar dari SIS atau kepanjangan dari Singapore International School. Mereka memang hampir setiap tahun melakukan pertukaran pelajar, dan mereka yang melakukan pertukaran pelajar adalah mereka yang masuk ke kelas akselerasi, sedangkan Tasya dan Kevin mengambil program Internasional.
“vin, ke kantin yuk, sekalian kita liat anak anak SIS yuk kali aja ada yang ganteng”. Ujar Tasya cengengesan. “apaan sih syaa, aku mau belajar matematika dulu ah nanti ulangan juga, emang kamu udah belajar ?”. ucap Kevin sambil terus menyoret-nyoret bindernya. “ehehehe belom sih, tapi”. Sekejap saja Tasya menarik Kevin keluar kelas, karena ia tahu kalau sudah begini Kevin paling susah diajak keluarnya.
Di kantin Kevin dan Tasya hanya membeli sebuah chiki dan lemon tea kesukaan mereka, karena Kevin ingin buru buru belajar akhirnya mereka berdua pun kembali lagi ke kelas mereka yang terletak di lantai 2, Tasya sempat takjub ketika ia melihat seorang anak SIS yang begitu tampan menurutnya, hingga ia tak sadar lelaki itu berada tepat di hadapannya, sedangkan Kevin sudah duluan memasuki kelas.
“Hai nama gua Ali lo?” Sapa seorang cowok.
“Tasya” jawab Tasya sambil tersenyum.
“boleh minta nomor lo gak?” Tanya Ali.
“nanti kalo kita ketemu lagi yaa sorry banget soalnya gua ada kelas”  jawab Tasya malu-malu. Setelah meninggalkan Ali, Tasya pun berlari mengejar Kevin. Ketika sampai dikelas Tasya melihat Kevin sudah kembali mencorat-coret bindernya.
“vin,vin tadi aku kenalan sama cowok ganteng banget tau vin” cerita Tasya. “terus?” jawab Kevin ketus. “ya gitu deh kayanya aku kena yang namanya suka pada pandangan pertama” terang Tasya panjang lebar. “berarti dianatara kita yang jatuh cinta duluan aku dong weee” goda Tasya lagi. Kamu gatau syaa yang udah ngerasain jatuh cinta duluan itu aku tapi…, “kevinn awas ada kucing itu”. Teriak Tasya karena mereka berdua hampir saja menabrak seekor kucing. “kamu kenapa vin?”. Tanya Tasya cemas. “mmm, gak kenapa kenapa kok syaa”. Mereka pun meneruskan perjalanan menuju rumah tetapi diantara mereka saling takut untuk memulai berbicara.
ξ ξ
 The end of the night
We should say goodbye
But we carry on while everyone’s gone
Never felt like this before
Are we friend or are we more?
As I’m walking towards the door I’m not sure
But baby if you say you want me to stay I’ll change my mind
‘Cause I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine I’ll change my mind
Lean in when you laugh we take photographs there’s no music on but we dance along
Never felt like this before
Are we friend or are we more?
As I’m walking towards the do rim not sure
But baby if you say you want me to stay ill change my mind
‘Cause I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine ill change my mind”[1]. Ditemani petikan gitar, Kevin bernyanyi dengan penuh pengahayatan. Tiba tiba saja abangnya yang bernama Reza segera memasuki kamarnya.

“kamu suka ya sama Tasya?”. Ucap Bang Reza yang ingin memulai pembicaraan. “apaan sih bang orang gua gasuka sama dia”. Jawab Kevin ketus. “alah jangan bohong sama gua vin, keliatan kok dari muka lo, kalo suka nyatain dong nanti keburu diambil orang lain”. Terang bang Reza. “heem, dia kayanya gak ada rasa bang sama gua, lagian gua juga takut kalau nanti pas gua nyatain perasaan ke dia, dianya malah ilfeel dan ngejauh, gua gamau Cuma gara gara rasa ini persahabatan gua sama dia kacau bang”. Cerita Kevin, sore itu di tengah hujan  rintik-rintik Kevin menceritakan semua isi hatinya kepada bang Reza dan di sore itu pula secercah pelangi menampakan dirinya ditengah langit yang kelabu.
ξ ξ
 “Vin kayanya hari ini aku gabisa pulang bareng deh sama kamu, soalnya Ali ngajakin aku jalan, oh iya semalem itu tuh aku chat sama dia gitu, dia ganteng banget Vin udah gitu so sweet banget pas sebelum kita udahan dia ngirim Vn gitu dan nyanyi nina bobo suaranya Vin seksi banget”. Cerita Tasya sambil terus berfokus pada smartphonenya. “stop sya!”. Bentak Kevin.” Kamu kenapa sih Vin?”. Jawab Tasya kesal. “aku gasuka, kamu berubah Sya”. Setelah mengatakan itu Kevin pun meninggalkan Tasya entah pergi kemana.
“jadi Kevin itu pacar kamu ya sya?” Tanya Ali. “ennnggg enggak kok, kita cuma temenan aja kok udah dari kecil sih ehehehe” jawab Tasya canggung. “kayanya dia ada rasa deh sama kamu, masa kamu ganyadar sih?, kan keliatan dari tatapan muka nya” terang Ali lagi. “masa sih? Ah gamungkin lah Al, kita kan udah deket banget dari kecil” sanggah Tasya canggung lagi. “ya mana kita tau, eh sebentar deh”. Ali mendekati Tasya dan mengeluarkan sapu tangannya lalu mengelap ujung bibir Tasya yang terkena lelehan coklat. “eheheheh”. Tawa mereka berdua.
Siang itu adalah hari terakhir para siswa dari SIS berada di AHS, dan sudah menjadi tradisi ketika para siswa pertukaran pelajar akan kembali kesekolahnya masing-masing akan di adakan farewell party[2]. Karena itulah Tasya menyuruh Kevin untuk tampil sebagai penampilan special, awalnya Kevin menolak tawaran itu tapi Tasya berjanji akan menontonnya di barisan paling depan. Oleh karena itu Kevin pun menerima tawaran itu.
Beberapa saat lagi Kevin akan tampil, ia ingin menemui Tasya, ia mencari kesetiap sudut daerah tersebut dan akhirnya ia menemukan Tasya di pojok kanan, ketika akan menghampirinya, Kevin melihat Tasya sedang berpegangan tangan dengan Ali, lalu seketika saja Ali berlutut dihadapan  Tasya dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai dan menyayangi Tasya, seketika lutut Kevin lemas, ia tak berdaya, hatinya hancur berkeping keping!.
“Vin, kamu nyanyi apa nih mau di sebutin soalnya” Ujar salah seorang panitia. “hmm gua nyanyi lagunya One Direction[3] aja deh mas, yang More Than This” Jawab Kevin lesu.”Mari kita sambut KEVIN yang akan membawakan lagu More Than This enjoy guysss” Ucap seorang Host yang berada diatas panggung. Setelah namanya di panggil Kevin pun naik keatas panggung dilihatnya Tasya sudah berada di barisan paling depan tapi ia bersama Ali dan mereka saling berpegangan tangan, seketika hatinya kembali sakit mengingat semua yang pernah ia lakukan bersama Tasya tapi tak pernah seromantis itu.
“ayo Kevin mulai dong kita udah gasabar nih”. Teriak seorang sisiwi AHS.
“woooooo” sorak semua anak di depan panggung
“udah turun aja kalo ga mulai mulai”
“wasting time nih”
“ssst udah mau mulai tuh” bisik Tasya ke Ali.
He takes your hand, I die a little.
I watch your eyes, and I’m in riddles.
Why can’t you look at me like that?
When you walk by I try to say it. But then I freeze and never do it
My tongues get tied the words get trapped
I hear the beat of my heart getting louder whenever I’m near you
But I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever you kiss him I’m breaking oh how I wish that was me
With my hands on your waist
While we dance in the moonlight
I wish that was me
That you call later on
Cause you wanna say good night
But I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever you kiss him I’m breaking
Oh how I wish
Oh how I wish
Oh how I wish that was me.” Diakhiri petikan gitarnya Kevin pun selesai menyanyikan lagu itu, lalu terdengarlah tepukan riuh dari seluruh penonton. Ketika Tasya ingin mengahampiri Kevin, ia telah pergi entah kemana.

ξ ξ
Sekolah mereka berdua sedang libur selama seminggu karena setiap guru sedang menyiapkan soal soal akhir semester. Kevin ingin sekali mengajak Tasya pergi ketaman kesukaan mereka dengan mengunakan sepeda Kevin. Tapi, ketika Kevin mengeluarkan sepedanya ia melihat Tasya sedang bersama Ali pergi dengan menggunakan mobil. Kevin pun akhirnya pergi sendiri ke taman dengam menggunakan sepeda. Setelah sampai disana Kevin pun hanya membeli segelas lemon tea dan duduk disebuah bangku taman yang letaknya berhadapan dengan sebuah ayunan. Ia teringat ketika masih kelas 2 smp waktu itu ia dan Tasya sedang bermain ayunan disana dan ia membuat Tasya menangis karena mendorongnya terlalu kuat. Kevin pun merasakan lapar ia bergegas pergi ke sebuah mall ang letaknya tak terlalu jauh dari taman itu. Setelah memarkirkan sepedanya ia pun segera menuju restoran steak yang cukup terkenal disana, lalu setelah makan, Kevin pun menuju sebuah kedai es krim kesukaan dia dan Tasya dan duduk disalah satu bangku yang tersedia disana,  ketika sedang menantap es krimnya ia melihat Tasya dan Ali duduk tak jauh darinya, tiba tiba saja Tasya datang menghampirinya.

“Vin, gabung aja yuk ada Ali tuh” ucap Tasya sambil duduk di sebelah Kevin.
“iya gabung aja gapapa kok” celetuk Ali yang tiba tiba sudah ada diantara mereka bertiga.
“enggg gabisa Sya, gua buru-buru mau les soalnya” jawab Kevin seraya meninggalkan mereka berdua.
“sejak kapan Kevin les ya?” pikir Tasya beberapa saat.
“eh Vin,Vin tungguin dong” teriak Tasya sambil berlari kearah Kevin tapi sayang ia kalah cepat.

Sejak kejadian itu mereka berdua berbeda seperti saling tak mengenal, bukan Tasya yang berubah tapi, Kevin lah yang berubah ia tak sanggup lagi jika setiap hari harus mendengar celoteh Tasya tentang Ali, hatinya sudah begitu rapuh sejak kejadian itu, ketika disekolah Tasya masih sering menegur Kevin tapi Kevin hanya memberikan sebuah senyuman kecil dan pergi meninggalkan Tasya, bahkan ketika Tasya mencoba menghubungi Kevin lewat sms tak pernah di balas mencoba lewat telpon tak pernah diangkat juga, ketika Tasya menghampiri Kevin kerumahnya Bang Reza mengatakan Kevin sedang tidur padahal beberapa saat yang lalu Tasya mendengar petikan gitar Kevin, ia kenal betul dengan suara petikan itu.

Siang ini Tasya dan Ali akan segera berangkat ke sebuah mall untuk merayakan hari jadi mereka yang ke tiga bulan, Tasya sibuk memilih dress mana yang akan dipakainya siang ini, ketika sibuk memilih dressnya Tasya mendapatkan sms dari Ali bahwa kakakna jatuh sakit dan ia tak bias jalan hari ini Tasya kecewa dan Tasya memutuskan pergi sendiri ke mall yang berada di dekat taman itu, ketika akan keluar dari gerbang Tasya di hampiri Kevin dan Kevin meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya. Lalu mereka berdua pun pergi ke mall bersama, ketika sedang menyantap steak Tasya melihat Ali sedang berjalan berdua dengan perempuan lain, sakit hatinya.

“Vin itu Ali kan?” ucap Tasya berbisik kepada Kevin.
“ah masa si Sya? Kamu salah ngeliat kali, tadi kan kamu bilang dia gabisa jalan sama kamu karena kakanya sakit kan?” jawab Kevin berbisik pula.
 “iya sih, eh bentar itu beneran Ali vin, tunggu disini sebentar ya”. Tasya pun bergegas mengambil jus strawberry dan menghampiri Ali, lalu di lemparkan lah isi jus strawberry itu kemuka Ali, lalu ketika ia ingin menampar perempuan yang tampak kebingungan disamping Ali ditahan oleh Ali dan tiba tiba saja tonjokan keras Kevin pun bersarang di muka Ali. Tasya dan Kevin pun akhirnya pulang, Tasya masih saja menangis, ia tak percaya bahwa lelaki yang selama ini ia kasihi menusuknya dari belakang. Kevin pun mengantarkan Tasya hingga ke kamarnya.

“tiga ratus,empat ratus,lima ratus,enam ratus,tujuh ratus ribu?”. Tanya Kevin dalam hati ketika melihat uang segitu banyaknya diatas meja belajarnya. “itu dari papa Vin, katanya bonus akhir tahun”. Jawab Bang Reza seraya menghampirinya. “udah sana siap siap kan katanya mau tahun baruan ajak Tasya noh dan jangan lupa natain perasaan lo sebelum terlambat”. Suruhnya lagi ketika melihat adiknya masih memakai celena boxer yang pendek.

Kevin sudah rapih sekarang, semua barang sudah ia rapihkan, hari ini Kevin,Tasya,Bang Reza dan pacarnya bang Reza akan tahun baruan di villa orang tua mereka yang terletak di daerah bogor, sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dan asyik untuk menikmati tahun baruan.
“yeay kita sampai”. Teriak Tasya ketika melihat sebuah pagar berwarna hitam berada di depan matanya. Mereka sampai disana sekitar pukul 4 sore, setelah istirahat sejenak Kevin dan Bang Reza pun pergi ke pasar untuk membeli ayam dan jagung untuk di bakar nanti malam, tak lupa pula mereka berdua membeli bunga untuk orang special bagi mereka
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam dan mereka masih saja asik menikmati jagung dan ayam yang tadi mereka bakar, tiba tiba saja Kevin mengajak Tasya untuk pergi kebelakang villa mereka disana terdapat bangku yang menghadap ke pemandangan kota bogor yang apabila di lihat dari atas sangatlah indah. Lalu ketika mereka asik bercengkrama Kevin pergi kedalam Villa dan mengambil bunga yang tadi dibelinya.
“Syaa aku sayang sama kamu, aku udah ada rasa sama kamu dari kita kelas 3 smp tapi,aku selalu takut buat ngungkapinnya aku takut kamu ilfeel dan persahabatan kita ancur, tapi sekarang aku mau nannya sesuatu sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku”. Ucap Kevin sambil berdiri di depan Tasya.
“iya aku mau”. Jawab Tasya pelan. Tiba tiba saja bang Reza menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat, setelah itu bang Reza kembali menghampiri pacarnya.
Di malam tahun baru itu mereka berdua menjalin cinta dan diatas udara bogor yang dingin, bibir Tasya melekat di bawah bibir Kevin, mereka berjanji akan saling mengasihi hingga nanti.
ξ ξ
Jakarta 31.12.13


[1] One direction – Change My Mind
[2] Pesta perpisahan
[3] Boyband asal inggris dan jebolan x factor sebuah acara pencarian bakat bidang menyanyi

Sabtu, 04 Januari 2014

Unbreakable



 Halo guys apa kabar?, happy new year 2014 yaa, hari ini gua bakal ngepost cerita yang nantinya bakalan jadi judul utama di buku gua yang pertama kalian doain aja ya semoga cepet selesai thanks for reading XD and enjoy ya.



Sore menjelang malam. Marsha masih sibuk memilih baju yang akan dipakai malam ini. Malam ini Marsha akan merayakan hari jadinya dengan mike yang ke 35 bulan atau 2 tahun 11 bulan. Setelah menemukan baju yang tepat, marsha segera mempersiapkan dirinya. Sedangkan Mike sudah menunggu dibawah sejak dari tadi. “hmm, one special risotto and one cheesy ravioli please” ujar Mike setelah melihat lihat daftar menu. “and for the drink sir ?”. ujar seorang pelayan sambil memegang sebuah buku kecil. “ two special cappuccino please”. Celetuk Marsha ketika sedang membaca daftar menu. “ok wait for a minute”. Ujar pelayan itu dan bergegas kedalam dapur untuk membuat pesanan mereka. Setelah pesanan mereka datang, mereka berdua langsung menyantapnya dengan lahap, ditemani alunan musik jazz yang lembut dan romantis. Ketika sedang menyantap desert, Mike meminta izin kepada Marsha untuk pergi ke kamar kecil, Marsha pun mengiyakan lalu kembali asik dengan banana split yang sedang dilahapnya. Sampai habis banana splitnya Mike belum kembali dari kamar kecil, Marsha cemas, ia takut terjadi apa apa dengan Mike, segera ia mengambil handphonenya dan memasukan beberapa kombinasi nomor. Sudah ia telepon berkali kali tetapi malah Mike matikan. Ketika Marsha sedang sibuk memasukan handphonenya terdengar suara Mike dari atas panggung.
“selamat malam semuanya, malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk pujaan hati saya Marsha”. Ujarnya lantang di pengeras suara.” It's a beautiful night, We’re looking for something dumb to do Hey baby, I think I wanna marry you Is it the look in your eyes, Or is it this dancing juice? Who cares baby, I think I wanna marry you.” Potongan Lagu Bruno mars yang berjudul Marry You itu terlantun dengan lembut dan romantis oleh suara Mike.  setelah menyelesaikan lagunya Mike segera turun dari panggung dan menghampiri  Marsha, diajaknya Marsha ketas panggung. Mike segera menepukkan tanggannya dua kali , lalu datanglah seorang pelayan membawa sebuah tempat cincin dan sebucket bunga mawar putih.
“dear Marsha aku tau kita sudah pacaran hampir tiga tahun dan aku ingin ketika kita merayakan hari jadi kita yang ke tiga tahun kamu sudah menjadi istriku yang sah so, will you marry with me ?” ujar Mike sambil berlutut di hadapan Marsha. “I will” ujar Marsha lantang dan disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung restoran itu.
”ya ampun sweet banget sih dia shaaa, beruntung banget lo punya calon suami kaya dia”. Ujar Gladys yang merupakan sahabat Marsha sejak kecil. Sedangkan Marsha yang mendengar pujian dari Gladys pun hanya tersenyum. Ketika marsha mengecek handphonenya ada sebuah sms dari  Mike. “sayang aku udah di depan rumah kamu ya”. Marsha sontak saja kaget ia segera berlari keluar kafe dan segera menyetop taksi, lalu segera masuk lagi mengambil tas dan memberikan uang lima puluh ribuan kepada Gladys dan segera menaiki taksi.

“maaf dys tadi gua buru buru banget soalnya Mike udah nunggu gua di depan rumah, kita mau fitting baju buat 2 hari lagi kan”. Ujar Marsha dalam telepon kepada Gladys mengapa tadi ia begitu terburu buru. Setelah bersiap siap Marsha segera menaiki mobil jeep kepunyaan Mike dan segera berangkat ke butik tempat mereka memesan baju pengantin mereka.
“oke semuanya sudah pas tinggal kamu ya shaa, nanti di bagian dadanya aku perbesar sedikit soalnya tadi terlalu sempit”. Ujar Kate si perancang busana mereka. “oke Kate, besok kita kembali lagi untuk melakukan fitting final dan uji coba thanks kate”. Ujar Mike sambil berjalan keluar butik itu. “sekarang kita kemana Sha ?” kembali lagi Mike bertanya kepada Marsha. “hmm kita ke pantai yang deket sini aja aku pengen ngeliat sunsets”. Jawab Marsha sambil menyambungkan sabuk pengamannya.
Setelah memastikan tujuan mereka selanjutnya, mereka pun bergegas ke pantai itu, tidak membutuhkan  waktu yang cukup lama untuk mereka sampai ke pantai itu karena  jarak butik kepantai hanya sekitar 15 menit. Ketika dalam perjalanan menuju kepantai mereka menyempatkan diri untuk membeli 2 buah kelapa untuk mereka nikmati bersama. Di pantai mereka bermain air layaknya anak kecil hingga menjelang matahari terbenam. Setelah membersihkan diri, Mike segera mengajak Marsha keatas kap mobil jeepnya sambil menikmati kelapa yang mereka beli tadi, mereka menikmati sunsets sambil meminum  kelapa. Tiba tiba saja muka mereka mendekat, dan sangat mendekat, bibir mereka saling berpagutan, ya bibir mereka saling berpagutan tepat disaat matahari terbenam. Dan mereka menghabiskan malam yang indah itu berdua di pantai yang sepi.
Pagi itu begitu cerah, Marsha sudah bersiap siap sedari tadi karena ini merupakan hari sebelum hari besarnya, agenda Marsha dan Mike hari ini pun begitu padat, mulai dari fitting baju,mengecek catering,gladiresik untuk pernikahan mereka, hingga nanti malam pun mereka akan menghadiri pesta sebelum pernikahan mereka. Marsha dan Mike pun kembali ke butiknya Kate. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang perlu dirubah lagi akhirnya Marsha dan Mike pun pergi ke gedung tempat mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Mereka melakukan gladiresik dengan lancar tanpa hambatan apapun .
“oke sayang nanti malam aku jemput ya jam 9 jangan sampai lupa lagi I love you”. Ujar Mike sesaat setelah Marsha turun dari mobil jeepnya dan mencium bibir Marsha.”oke jangan sampai telat ya sayang”. Jawab Marsha sesaat sebelum memasuki rumahnya. Rumahnya begitu sepi karena orang tua nya sudah menginap di gedung pernikahan  mereka yang terletak di luxurious hotel, yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Setelah membersihkan diri dan menyiapkan baju yang akan dipakainya malam ini, ia pergi kesebuah mall yang cukup terkenal untuk melakukan perawatan di di salon favoritnya.
Mike sudah siap untuk berangkat, ia tak sabar untuk bertemu calon ibu dari anak-anaknya, ia bergegas menaiki mobil jeepnya dan segera pergi kerumah Marsha. Didalam perjalanan ia sempat membeli satu bucket mawar putih yang merupakan kesukaan Marsha, malam itu Mike tampak tampan sekali dengan balutan jas hitam dan kemeja putih tak lupa pula dasi kupu-kupu dengan motif garis garis terpasang rapih di kerah bajunya.
Ketika itu jalanan begitu lenggang dan sepi tetapi tiba tiba saja ban mobil jeep Mike pecah dan membuat gesekan yang dapat memekakan telinga. Kepala Mike terbentur stir mobil dan tak sadarkan diri. Mobil jeep Mike pun menghantam trotoar, Mike terbentur berkali kali hingga ia kembali tak sadarkan diri ketika baru saja sadar. Setelah menabrak trotoar mobil jeep mike pun terbakar, para pengguna jalan pun yang melihat kejadian itu segera menolong Mike, Mike kembali sadar walaupun kepalanya sudah di penuhi darah dan pada bagian leher tertusuk kaca mobil darah mengalir hangat dari luka yang di leher. “Marsha,Marsha” ujarnya pelan.
Marsha sudah siap dari tadi, ia begitu cemas kepada Mike karena sampai pukul 9 lewat 15 menit Mike tak kunjung dating, Marsha mencoba menghubungi Mike tapi tak ada jawaban, akhirnya ia hanya berbaring di sofa ruang tamunya sambil terus melihat jam. “Tik,Tok,Tik,Tok” suara dentuman jam dinding itu sekana menghipnotis Marsha untuk tidur. Di dalam mimpi indahnya ia melihat Mike datang dengan sangat sangat tampan dalam balutan Jas Hitam dan kemeja putih tanpa lupa dasi kupu kupu bermotif garis garis, sambil membawa sebucket bunga mawar putih. Marsha tak pernah melihat Mike begitu tampan seperti ini, ketika Marsha ingin memeluk Mike, ia dilarang oleh Mike, Mike menampakan muka sedih sekali, Marsha bingung tiba tiba saja air matanya keluar dengan sendirinya dan mulutnya mengucap nama  Mike begitu lembut tapi menyayat hati.
Suara ketukan pintu itu membangunkan Marsha dari tidurnya, dilihatnya jam dinding yang menunjukan pukul 9,30. Lalu segera membukakan pintu, ketika akan membuka pintu ia yakin bahwa itu adalah Mike tapi Ia salah besar sangatlah salah. Ternyata yang dating seorang polisi dengan membawa dasik bermotif garis garis itu penuh darah dan  bunga mawar putih yang juga terkena darah.
“apakah benar ini kediaman nona Marsha Milan?”. Ujar polisi itu dan Marsha hanya mengangguk pelan. Polisi itu memberikan dasi dan bunga tadi dan mengatakan. “dengan sangat menyesal kami  beritahukan kepada nona Marsha Milan bahwa kekasih anda yaitu Mike Law baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan lenggar”. Marsha yang mendengar ucapan polisi itu tidak percaya ia menjatuhkan yang ada di tangannya dan menangis sejadi jadinya,tiba tiba saja seorang polisi wanita menghampirinya dan menenangkannya.
Keesokan Harinya…
Semua telah meninggalkan pusara Mike hanya tinggal Marsha dan Gladys saja disana, Marsha masih terus menangisi kepergian calon suaminya itu sedangkan Gladys hanya bias menenangkan Marsha.
“Mike kamu jahat kenapa kamu ninggalin aku Mike”
“Mike kamu janjikan sama aku gabakalan ninggalin aku”
“Mike bangun Mike, hari ini kan harusnya kita menikah Mike”
“Mike bangun kita sudah menyiapkan semuanya dengan susah payah”
“Mike kamu harus bangun”
“MIKE”. Teriak Marsha.
Jakarta 24.12.13