hai guys apa kabar semuanya ? kangen ya sama gua ? xoxoxo jadi gua baru bisa on tuh hari ini soalnya sibuk gitu kan secara gitu kesibukan gua tingkat dewa hahahaha so just leave your comment key babay
coretan sang pelajar...
when teenager can't show they feeling
Kamis, 27 Maret 2014
Senin, 06 Januari 2014
Firework
hey hey hey hari ini gua pengen ngepost lagi judulnya firework, selamat menikmati :)
Firework
“Syaaa
buruan ah lu kaya cewek aja lama banget mau kesekolah doang”. Ujar Kevin dengan
suara lantangnya hingga terdengar seluruh rumah. “emang gua cewek vin, wajar
kali kalo cewek lama pas lagi siap siap”. Bantah Tasya seraya turun kebawah. “ayok
ah nanti telat lagi kaya kemaren”. Jawab Kevin sambil menaiki motor vespanya.
Tasya
dan Kevin adalah sahabat sejak mereka kecil, mereka di pertemukan ketika orang
tua mereka memiliki rumah yang bersebelahan karena mereka kebetulan satu
kantor. Kini kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan bisnis keliling
Eropa dan baru akan pulang ketika tahun baru. Tasya dan Kevin sekolah di SMA America High School atau biasa disingkat
AHS, sekolah khusus kalangan elite, mulai dari anak artis,pengusaha hingga
pejabat. Mereka sudah seperti adik kakak karena hampir setiap hari selalu
mereka habiskan bersama. Banyak yang mengatakan mereka pacaran padahal mereka
tidak tahu bahwa Kevin dan Tasya sudah sangat dekat.
“Kev, kamu tau gak rasanya jatuh cinta gimana?”
Tanya Tasya sambil mengaduk lemon teanya. “ya
tau lah sya, aku kan udah suka sama kamu dari dulu jelas aja aku tau gimana
rasanya, tapi aku takut kalau aku ngungkapin perasaan itu kamu malah ilfeel dan
yang ada persahabatan kita ancur”. Ucap Kevin dalam hati. “heh kok ditanya
malah bengong sih vin”. Tegur Tasya karena pertanyaannya belum dijawab oleh
Kevin. “Hah kamu nanya nomor berapa sya?”. Jawab Kevin dengan muka merah karena
hampir saja ketawan rahasianya, ia tak ingin kalau Tasya sampai tau tentang
Rasa yang lebih dari sekedar sahabat darinya. Siang itu mereka sibuk
mengerjakan pr fisika, meskipun diri mereka disitu tetapi batinya melayang di
awang awang.
ξ ξ
Pagi
ini di America High School kedatangan siswa pertukaran pelajar dari SIS atau
kepanjangan dari Singapore International School. Mereka memang hampir setiap
tahun melakukan pertukaran pelajar, dan mereka yang melakukan pertukaran
pelajar adalah mereka yang masuk ke kelas akselerasi, sedangkan Tasya dan Kevin
mengambil program Internasional.
“vin,
ke kantin yuk, sekalian kita liat anak anak SIS yuk kali aja ada yang ganteng”.
Ujar Tasya cengengesan. “apaan sih syaa, aku mau belajar matematika dulu ah
nanti ulangan juga, emang kamu udah belajar ?”. ucap Kevin sambil terus
menyoret-nyoret bindernya. “ehehehe belom sih, tapi”. Sekejap saja Tasya
menarik Kevin keluar kelas, karena ia tahu kalau sudah begini Kevin paling
susah diajak keluarnya.
Di
kantin Kevin dan Tasya hanya membeli sebuah chiki dan lemon tea kesukaan
mereka, karena Kevin ingin buru buru belajar akhirnya mereka berdua pun kembali
lagi ke kelas mereka yang terletak di lantai 2, Tasya sempat takjub ketika ia
melihat seorang anak SIS yang begitu tampan menurutnya, hingga ia tak sadar
lelaki itu berada tepat di hadapannya, sedangkan Kevin sudah duluan memasuki
kelas.
“Hai nama gua Ali lo?” Sapa seorang
cowok.
“Tasya” jawab Tasya sambil tersenyum.
“boleh minta nomor lo gak?” Tanya
Ali.
“nanti
kalo kita ketemu lagi yaa sorry banget soalnya gua ada kelas” jawab Tasya malu-malu. Setelah meninggalkan
Ali, Tasya pun berlari mengejar Kevin. Ketika sampai dikelas Tasya melihat
Kevin sudah kembali mencorat-coret bindernya.
“vin,vin
tadi aku kenalan sama cowok ganteng banget tau vin” cerita Tasya. “terus?”
jawab Kevin ketus. “ya gitu deh kayanya aku kena yang namanya suka pada
pandangan pertama” terang Tasya panjang lebar. “berarti dianatara kita yang
jatuh cinta duluan aku dong weee” goda Tasya lagi. Kamu gatau syaa yang udah ngerasain jatuh cinta duluan itu aku tapi…,
“kevinn awas ada kucing itu”. Teriak Tasya karena mereka berdua hampir saja
menabrak seekor kucing. “kamu kenapa vin?”. Tanya Tasya cemas. “mmm, gak kenapa
kenapa kok syaa”. Mereka pun meneruskan perjalanan menuju rumah tetapi diantara
mereka saling takut untuk memulai berbicara.
ξ ξ
“The end
of the night
We
should say goodbye
But
we carry on while everyone’s gone
Never
felt like this before
Are
we friend or are we more?
As
I’m walking towards the door I’m not sure
But
baby if you say you want me to stay I’ll change my mind
‘Cause
I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine I’ll change my mind
Lean
in when you laugh we take photographs there’s no music on but we dance along
Never
felt like this before
Are
we friend or are we more?
As
I’m walking towards the do rim not sure
But
baby if you say you want me to stay ill change my mind
‘Cause
I don’t wanna know I’m walking away if you’ll be mine ill change my mind”[1]. Ditemani petikan gitar, Kevin
bernyanyi dengan penuh pengahayatan. Tiba tiba saja abangnya yang bernama Reza
segera memasuki kamarnya.
“kamu suka ya sama Tasya?”. Ucap
Bang Reza yang ingin memulai pembicaraan. “apaan sih bang orang gua gasuka sama
dia”. Jawab Kevin ketus. “alah jangan bohong sama gua vin, keliatan kok dari
muka lo, kalo suka nyatain dong nanti keburu diambil orang lain”. Terang bang
Reza. “heem, dia kayanya gak ada rasa bang sama gua, lagian gua juga takut
kalau nanti pas gua nyatain perasaan ke dia, dianya malah ilfeel dan ngejauh,
gua gamau Cuma gara gara rasa ini persahabatan gua sama dia kacau bang”. Cerita
Kevin, sore itu di tengah hujan
rintik-rintik Kevin menceritakan semua isi hatinya kepada bang Reza dan
di sore itu pula secercah pelangi menampakan dirinya ditengah langit yang
kelabu.
ξ ξ
“Vin kayanya hari ini aku gabisa pulang bareng
deh sama kamu, soalnya Ali ngajakin aku jalan, oh iya semalem itu tuh aku chat
sama dia gitu, dia ganteng banget Vin udah gitu so sweet banget pas sebelum
kita udahan dia ngirim Vn gitu dan nyanyi nina bobo suaranya Vin seksi banget”.
Cerita Tasya sambil terus berfokus pada smartphonenya. “stop sya!”. Bentak
Kevin.” Kamu kenapa sih Vin?”. Jawab Tasya kesal. “aku gasuka, kamu berubah
Sya”. Setelah mengatakan itu Kevin pun meninggalkan Tasya entah pergi kemana.
“jadi
Kevin itu pacar kamu ya sya?” Tanya Ali. “ennnggg enggak kok, kita cuma temenan
aja kok udah dari kecil sih ehehehe” jawab Tasya canggung. “kayanya dia ada
rasa deh sama kamu, masa kamu ganyadar sih?, kan keliatan dari tatapan muka
nya” terang Ali lagi. “masa sih? Ah gamungkin lah Al, kita kan udah deket
banget dari kecil” sanggah Tasya canggung lagi. “ya mana kita tau, eh sebentar
deh”. Ali mendekati Tasya dan mengeluarkan sapu tangannya lalu mengelap ujung
bibir Tasya yang terkena lelehan coklat. “eheheheh”. Tawa mereka berdua.
Siang
itu adalah hari terakhir para siswa dari SIS berada di AHS, dan sudah menjadi
tradisi ketika para siswa pertukaran pelajar akan kembali kesekolahnya
masing-masing akan di adakan farewell
party[2]. Karena itulah Tasya menyuruh Kevin
untuk tampil sebagai penampilan special, awalnya Kevin menolak tawaran itu tapi
Tasya berjanji akan menontonnya di barisan paling depan. Oleh karena itu Kevin
pun menerima tawaran itu.
Beberapa
saat lagi Kevin akan tampil, ia ingin menemui Tasya, ia mencari kesetiap sudut
daerah tersebut dan akhirnya ia menemukan Tasya di pojok kanan, ketika akan
menghampirinya, Kevin melihat Tasya sedang berpegangan tangan dengan Ali, lalu
seketika saja Ali berlutut dihadapan
Tasya dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai dan menyayangi Tasya,
seketika lutut Kevin lemas, ia tak berdaya, hatinya hancur berkeping keping!.
“Vin,
kamu nyanyi apa nih mau di sebutin soalnya” Ujar salah seorang panitia. “hmm
gua nyanyi lagunya One Direction[3]
aja deh mas, yang More Than This” Jawab Kevin lesu.”Mari kita sambut KEVIN yang
akan membawakan lagu More Than This enjoy guysss” Ucap seorang Host yang berada
diatas panggung. Setelah namanya di panggil Kevin pun naik keatas panggung
dilihatnya Tasya sudah berada di barisan paling depan tapi ia bersama Ali dan
mereka saling berpegangan tangan, seketika hatinya kembali sakit mengingat
semua yang pernah ia lakukan bersama Tasya tapi tak pernah seromantis itu.
“ayo Kevin mulai dong kita udah
gasabar nih”. Teriak seorang sisiwi AHS.
“woooooo” sorak semua anak di depan
panggung
“udah turun aja kalo ga mulai
mulai”
“wasting time nih”
“ssst udah mau mulai tuh” bisik
Tasya ke Ali.
“He takes your hand, I die a little.
I
watch your eyes, and I’m in riddles.
Why
can’t you look at me like that?
When
you walk by I try to say it. But then I freeze and never do it
My
tongues get tied the words get trapped
I
hear the beat of my heart getting louder whenever I’m near you
But
I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever
you kiss him I’m breaking oh how I wish that was me
With
my hands on your waist
While
we dance in the moonlight
I
wish that was me
That
you call later on
Cause
you wanna say good night
But
I see you with him slow dancing tearing me apart cause you don’t see
Whenever
you kiss him I’m breaking
Oh
how I wish
Oh
how I wish
Oh
how I wish that was me.”
Diakhiri petikan gitarnya Kevin pun selesai menyanyikan lagu itu, lalu
terdengarlah tepukan riuh dari seluruh penonton. Ketika Tasya ingin
mengahampiri Kevin, ia telah pergi entah kemana.
ξ ξ
Sekolah mereka berdua sedang libur
selama seminggu karena setiap guru sedang menyiapkan soal soal akhir semester.
Kevin ingin sekali mengajak Tasya pergi ketaman kesukaan mereka dengan
mengunakan sepeda Kevin. Tapi, ketika Kevin mengeluarkan sepedanya ia melihat
Tasya sedang bersama Ali pergi dengan menggunakan mobil. Kevin pun akhirnya
pergi sendiri ke taman dengam menggunakan sepeda. Setelah sampai disana Kevin
pun hanya membeli segelas lemon tea dan duduk disebuah bangku taman yang
letaknya berhadapan dengan sebuah ayunan. Ia teringat ketika masih kelas 2 smp
waktu itu ia dan Tasya sedang bermain ayunan disana dan ia membuat Tasya
menangis karena mendorongnya terlalu kuat. Kevin pun merasakan lapar ia
bergegas pergi ke sebuah mall ang letaknya tak terlalu jauh dari taman itu.
Setelah memarkirkan sepedanya ia pun segera menuju restoran steak yang cukup
terkenal disana, lalu setelah makan, Kevin pun menuju sebuah kedai es krim
kesukaan dia dan Tasya dan duduk disalah satu bangku yang tersedia disana, ketika sedang menantap es krimnya ia melihat
Tasya dan Ali duduk tak jauh darinya, tiba tiba saja Tasya datang
menghampirinya.
“Vin, gabung aja yuk ada Ali tuh”
ucap Tasya sambil duduk di sebelah Kevin.
“iya gabung aja gapapa kok” celetuk
Ali yang tiba tiba sudah ada diantara mereka bertiga.
“enggg gabisa Sya, gua buru-buru
mau les soalnya” jawab Kevin seraya meninggalkan mereka berdua.
“sejak kapan Kevin les ya?” pikir
Tasya beberapa saat.
“eh Vin,Vin tungguin dong” teriak
Tasya sambil berlari kearah Kevin tapi sayang ia kalah cepat.
Sejak kejadian itu mereka berdua
berbeda seperti saling tak mengenal, bukan Tasya yang berubah tapi, Kevin lah
yang berubah ia tak sanggup lagi jika setiap hari harus mendengar celoteh Tasya
tentang Ali, hatinya sudah begitu rapuh sejak kejadian itu, ketika disekolah
Tasya masih sering menegur Kevin tapi Kevin hanya memberikan sebuah senyuman
kecil dan pergi meninggalkan Tasya, bahkan ketika Tasya mencoba menghubungi
Kevin lewat sms tak pernah di balas mencoba lewat telpon tak pernah diangkat
juga, ketika Tasya menghampiri Kevin kerumahnya Bang Reza mengatakan Kevin
sedang tidur padahal beberapa saat yang lalu Tasya mendengar petikan gitar
Kevin, ia kenal betul dengan suara petikan itu.
Siang ini Tasya dan Ali akan segera
berangkat ke sebuah mall untuk merayakan hari jadi mereka yang ke tiga bulan,
Tasya sibuk memilih dress mana yang akan dipakainya siang ini, ketika sibuk
memilih dressnya Tasya mendapatkan sms dari Ali bahwa kakakna jatuh sakit dan
ia tak bias jalan hari ini Tasya kecewa dan Tasya memutuskan pergi sendiri ke
mall yang berada di dekat taman itu, ketika akan keluar dari gerbang Tasya di
hampiri Kevin dan Kevin meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya. Lalu
mereka berdua pun pergi ke mall bersama, ketika sedang menyantap steak Tasya
melihat Ali sedang berjalan berdua dengan perempuan lain, sakit hatinya.
“Vin itu Ali kan?” ucap Tasya
berbisik kepada Kevin.
“ah masa si Sya? Kamu salah ngeliat
kali, tadi kan kamu bilang dia gabisa jalan sama kamu karena kakanya sakit
kan?” jawab Kevin berbisik pula.
“iya sih, eh bentar itu beneran Ali vin,
tunggu disini sebentar ya”. Tasya pun bergegas mengambil jus strawberry dan
menghampiri Ali, lalu di lemparkan lah isi jus strawberry itu kemuka Ali, lalu
ketika ia ingin menampar perempuan yang tampak kebingungan disamping Ali
ditahan oleh Ali dan tiba tiba saja tonjokan keras Kevin pun bersarang di muka
Ali. Tasya dan Kevin pun akhirnya pulang, Tasya masih saja menangis, ia tak
percaya bahwa lelaki yang selama ini ia kasihi menusuknya dari belakang. Kevin
pun mengantarkan Tasya hingga ke kamarnya.
“tiga ratus,empat ratus,lima
ratus,enam ratus,tujuh ratus ribu?”. Tanya Kevin dalam hati ketika melihat uang
segitu banyaknya diatas meja belajarnya. “itu dari papa Vin, katanya bonus
akhir tahun”. Jawab Bang Reza seraya menghampirinya. “udah sana siap siap kan
katanya mau tahun baruan ajak Tasya noh dan jangan lupa natain perasaan lo
sebelum terlambat”. Suruhnya lagi ketika melihat adiknya masih memakai celena
boxer yang pendek.
Kevin
sudah rapih sekarang, semua barang sudah ia rapihkan, hari ini Kevin,Tasya,Bang
Reza dan pacarnya bang Reza akan tahun baruan di villa orang tua mereka yang
terletak di daerah bogor, sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dan asyik
untuk menikmati tahun baruan.
“yeay
kita sampai”. Teriak Tasya ketika melihat sebuah pagar berwarna hitam berada di
depan matanya. Mereka sampai disana sekitar pukul 4 sore, setelah istirahat
sejenak Kevin dan Bang Reza pun pergi ke pasar untuk membeli ayam dan jagung
untuk di bakar nanti malam, tak lupa pula mereka berdua membeli bunga untuk
orang special bagi mereka
Waktu
sudah menunjukan pukul sebelas malam dan mereka masih saja asik menikmati
jagung dan ayam yang tadi mereka bakar, tiba tiba saja Kevin mengajak Tasya
untuk pergi kebelakang villa mereka disana terdapat bangku yang menghadap ke
pemandangan kota bogor yang apabila di lihat dari atas sangatlah indah. Lalu
ketika mereka asik bercengkrama Kevin pergi kedalam Villa dan mengambil bunga
yang tadi dibelinya.
“Syaa aku sayang sama kamu, aku
udah ada rasa sama kamu dari kita kelas 3 smp tapi,aku selalu takut buat
ngungkapinnya aku takut kamu ilfeel dan persahabatan kita ancur, tapi sekarang
aku mau nannya sesuatu sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku”. Ucap Kevin
sambil berdiri di depan Tasya.
“iya aku mau”. Jawab Tasya pelan.
Tiba tiba saja bang Reza menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat,
setelah itu bang Reza kembali menghampiri pacarnya.
Di malam tahun baru itu mereka
berdua menjalin cinta dan diatas udara bogor yang dingin, bibir Tasya melekat
di bawah bibir Kevin, mereka berjanji akan saling mengasihi hingga nanti.
ξ ξ
Jakarta
31.12.13
Sabtu, 04 Januari 2014
Unbreakable
Halo guys apa kabar?, happy new
year 2014 yaa, hari ini gua bakal ngepost cerita yang nantinya bakalan jadi
judul utama di buku gua yang pertama kalian doain aja ya semoga cepet selesai
thanks for reading XD and enjoy ya.
Sore menjelang malam. Marsha masih sibuk memilih baju yang akan dipakai
malam ini. Malam ini Marsha akan merayakan hari jadinya dengan mike yang ke 35
bulan atau 2 tahun 11 bulan. Setelah menemukan baju yang tepat, marsha segera
mempersiapkan dirinya. Sedangkan Mike sudah menunggu dibawah sejak dari tadi. “hmm, one special risotto and one
cheesy ravioli please” ujar Mike setelah melihat lihat daftar menu. “and for the drink sir ?”. ujar seorang
pelayan sambil memegang sebuah buku kecil. “ two special cappuccino please”. Celetuk Marsha ketika sedang
membaca daftar menu. “ok wait for a
minute”. Ujar pelayan itu dan bergegas kedalam dapur untuk membuat pesanan
mereka. Setelah pesanan mereka datang, mereka berdua langsung menyantapnya
dengan lahap, ditemani alunan musik jazz yang lembut dan romantis. Ketika
sedang menyantap desert, Mike meminta izin kepada Marsha untuk pergi ke kamar
kecil, Marsha pun mengiyakan lalu kembali asik dengan banana split yang sedang dilahapnya. Sampai habis banana splitnya
Mike belum kembali dari kamar kecil, Marsha cemas, ia takut terjadi apa apa
dengan Mike, segera ia mengambil handphonenya dan memasukan beberapa kombinasi
nomor. Sudah ia telepon berkali kali tetapi malah Mike matikan. Ketika Marsha
sedang sibuk memasukan handphonenya terdengar suara Mike dari atas panggung.
“selamat malam semuanya, malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk
pujaan hati saya Marsha”. Ujarnya lantang di pengeras suara.” It's a beautiful night,
We’re looking for something dumb to do Hey baby, I think I wanna marry you Is it the look in
your eyes, Or is it this dancing juice? Who cares baby, I think I wanna marry
you.” Potongan Lagu Bruno mars yang berjudul
Marry You itu terlantun dengan lembut dan romantis oleh suara Mike. setelah menyelesaikan lagunya Mike segera
turun dari panggung dan menghampiri
Marsha, diajaknya Marsha ketas panggung. Mike segera menepukkan
tanggannya dua kali , lalu datanglah seorang pelayan membawa sebuah tempat cincin
dan sebucket bunga mawar putih.
“dear Marsha aku tau kita sudah
pacaran hampir tiga tahun dan aku ingin ketika kita merayakan hari jadi kita
yang ke tiga tahun kamu sudah menjadi istriku yang sah so, will you marry with
me ?” ujar Mike sambil berlutut di hadapan Marsha. “I will” ujar Marsha lantang
dan disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung restoran itu.
∞
”ya ampun sweet banget sih dia shaaa,
beruntung banget lo punya calon suami kaya dia”. Ujar Gladys yang merupakan sahabat
Marsha sejak kecil. Sedangkan Marsha yang mendengar pujian dari Gladys pun
hanya tersenyum. Ketika marsha mengecek handphonenya ada sebuah sms dari Mike. “sayang aku udah di depan rumah kamu
ya”. Marsha sontak saja kaget ia segera berlari keluar kafe dan segera menyetop
taksi, lalu segera masuk lagi mengambil tas dan memberikan uang lima puluh
ribuan kepada Gladys dan segera menaiki taksi.
“maaf dys tadi gua buru buru banget soalnya Mike udah nunggu gua di depan rumah, kita mau fitting
baju buat 2 hari lagi kan”. Ujar Marsha dalam telepon kepada Gladys mengapa
tadi ia begitu terburu buru. Setelah bersiap siap Marsha segera menaiki mobil
jeep kepunyaan Mike dan segera berangkat ke butik tempat mereka memesan baju
pengantin mereka.
“oke semuanya sudah pas tinggal kamu
ya shaa, nanti di bagian dadanya aku perbesar sedikit soalnya tadi terlalu
sempit”. Ujar Kate si perancang busana mereka. “oke Kate, besok kita kembali
lagi untuk melakukan fitting final dan uji coba thanks kate”. Ujar Mike sambil
berjalan keluar butik itu. “sekarang kita kemana Sha ?” kembali lagi Mike
bertanya kepada Marsha. “hmm kita ke pantai yang deket sini aja aku pengen
ngeliat sunsets”. Jawab Marsha sambil menyambungkan sabuk pengamannya.
Setelah memastikan tujuan mereka
selanjutnya, mereka pun bergegas ke pantai itu, tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mereka sampai ke
pantai itu karena jarak butik kepantai
hanya sekitar 15 menit. Ketika dalam perjalanan menuju kepantai mereka
menyempatkan diri untuk membeli 2 buah kelapa untuk mereka nikmati bersama. Di
pantai mereka bermain air layaknya anak kecil hingga menjelang matahari
terbenam. Setelah membersihkan diri, Mike segera mengajak Marsha keatas kap
mobil jeepnya sambil menikmati kelapa yang mereka beli tadi, mereka menikmati
sunsets sambil meminum kelapa. Tiba tiba
saja muka mereka mendekat, dan sangat mendekat, bibir mereka saling berpagutan,
ya bibir mereka saling berpagutan tepat disaat matahari terbenam. Dan mereka
menghabiskan malam yang indah itu berdua di pantai yang sepi.
∞
Pagi itu begitu cerah, Marsha sudah bersiap siap sedari tadi karena ini
merupakan hari sebelum hari besarnya, agenda Marsha dan Mike hari ini pun
begitu padat, mulai dari fitting baju,mengecek catering,gladiresik untuk
pernikahan mereka, hingga nanti malam pun mereka akan menghadiri pesta sebelum
pernikahan mereka. Marsha dan Mike pun kembali ke butiknya Kate. Setelah
memastikan bahwa tidak ada yang perlu dirubah lagi akhirnya Marsha dan Mike pun
pergi ke gedung tempat mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Mereka
melakukan gladiresik dengan lancar tanpa hambatan apapun .
“oke sayang nanti malam aku jemput ya jam 9 jangan sampai lupa lagi I love
you”. Ujar Mike sesaat setelah Marsha turun dari mobil jeepnya dan mencium
bibir Marsha.”oke jangan sampai telat ya sayang”. Jawab Marsha sesaat sebelum
memasuki rumahnya. Rumahnya begitu sepi karena orang tua nya sudah menginap di
gedung pernikahan mereka yang terletak
di luxurious hotel, yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Setelah
membersihkan diri dan menyiapkan baju yang akan dipakainya malam ini, ia pergi
kesebuah mall yang cukup terkenal untuk melakukan perawatan di di salon
favoritnya.
Mike sudah siap untuk berangkat, ia tak sabar untuk bertemu calon ibu dari
anak-anaknya, ia bergegas menaiki mobil jeepnya dan segera pergi kerumah
Marsha. Didalam perjalanan ia sempat membeli satu bucket mawar putih yang
merupakan kesukaan Marsha, malam itu Mike tampak tampan sekali dengan balutan
jas hitam dan kemeja putih tak lupa pula dasi kupu-kupu dengan motif garis
garis terpasang rapih di kerah bajunya.
Ketika itu jalanan begitu lenggang dan sepi tetapi tiba tiba saja ban
mobil jeep Mike pecah dan membuat gesekan yang dapat memekakan telinga. Kepala
Mike terbentur stir mobil dan tak sadarkan diri. Mobil jeep Mike pun menghantam
trotoar, Mike terbentur berkali kali hingga ia kembali tak sadarkan diri ketika
baru saja sadar. Setelah menabrak trotoar mobil jeep mike pun terbakar, para
pengguna jalan pun yang melihat kejadian itu segera menolong Mike, Mike kembali
sadar walaupun kepalanya sudah di penuhi darah dan pada bagian leher tertusuk
kaca mobil darah mengalir hangat dari luka yang di leher. “Marsha,Marsha”
ujarnya pelan.
Marsha sudah siap dari tadi, ia begitu cemas kepada Mike karena sampai
pukul 9 lewat 15 menit Mike tak kunjung dating, Marsha mencoba menghubungi Mike
tapi tak ada jawaban, akhirnya ia hanya berbaring di sofa ruang tamunya sambil
terus melihat jam. “Tik,Tok,Tik,Tok” suara dentuman jam dinding itu sekana
menghipnotis Marsha untuk tidur. Di dalam mimpi indahnya ia melihat Mike datang
dengan sangat sangat tampan dalam balutan Jas Hitam dan kemeja putih tanpa lupa
dasi kupu kupu bermotif garis garis, sambil membawa sebucket bunga mawar putih.
Marsha tak pernah melihat Mike begitu tampan seperti ini, ketika Marsha ingin
memeluk Mike, ia dilarang oleh Mike, Mike menampakan muka sedih sekali, Marsha
bingung tiba tiba saja air matanya keluar dengan sendirinya dan mulutnya
mengucap nama Mike begitu lembut tapi
menyayat hati.
Suara ketukan pintu itu membangunkan Marsha dari tidurnya, dilihatnya jam
dinding yang menunjukan pukul 9,30. Lalu segera membukakan pintu, ketika akan
membuka pintu ia yakin bahwa itu adalah Mike tapi Ia salah besar sangatlah
salah. Ternyata yang dating seorang polisi dengan membawa dasik bermotif garis
garis itu penuh darah dan bunga mawar
putih yang juga terkena darah.
“apakah benar ini kediaman nona Marsha Milan?”. Ujar polisi itu dan Marsha
hanya mengangguk pelan. Polisi itu memberikan dasi dan bunga tadi dan
mengatakan. “dengan sangat menyesal kami
beritahukan kepada nona Marsha Milan bahwa kekasih anda yaitu Mike Law
baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan lenggar”. Marsha yang
mendengar ucapan polisi itu tidak percaya ia menjatuhkan yang ada di tangannya
dan menangis sejadi jadinya,tiba tiba saja seorang polisi wanita menghampirinya
dan menenangkannya.
Keesokan Harinya…
Semua telah meninggalkan pusara Mike hanya tinggal Marsha dan Gladys saja
disana, Marsha masih terus menangisi kepergian calon suaminya itu sedangkan
Gladys hanya bias menenangkan Marsha.
“Mike kamu jahat kenapa
kamu ninggalin aku Mike”
“Mike kamu janjikan sama
aku gabakalan ninggalin aku”
“Mike bangun Mike, hari
ini kan harusnya kita menikah Mike”
“Mike bangun kita sudah
menyiapkan semuanya dengan susah payah”
“Mike kamu harus bangun”
“MIKE”. Teriak Marsha.
Jakarta 24.12.13
Langganan:
Postingan (Atom)